Bupati Fahmi Sambangi Investor di Bali, Ini yang Dibahas

Majene

Mapos, Majene – Disela sela kunjungan kerja ke Tabanan Bali, Bupati Majene Fahmi Massiara menyambangi Investor PT Akuo Energy yang juga berkantor di Bali.

Menurut Kasubag Protokoler Sekretariat Pemkab Majene, Sufyan Ilbas Jum’at (4/5/2018), Bupati Majene Fahmi Massiara bertemu denga Direktur PT Majene Energy Bayu afiliasi dari PT Akuo Energy, Christopher Moyon dan didampingi oleh penanggungjawab lokasi Gerry serta Laksita Gayuhaningtyas membahas sejumlah permasalahan terkait pasokan listrik tenaga angin yang saat ini tengah digagas oleh kedua belah pihak di Resto Bale Udang Mang Engking di daerah Nakula Denpasar Bali Kamis, 3 Mei 2018 lalu.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Majene Djazuli Muchtar Machmud, Kepala Bapeda Kabupaten Majene Andi Adlina Basharoe, Sekretaris Dinkes serta Bagian Humas Setda Majene.

Menurut Sufyan Ilbas, PT Akuo Energy merupakan perusahaan internasional yang khusus bergerak dibidang pengembangan energi terbarukan.

Perusahaan asal Perancis yang berafiliasi dengan PT Majene Energy Bayu ini telah melaksanakan survey pasokan listrik tenaga angin sejak akhir tahun 2016 silam.

“Hingga akhir 2017 perusahaan baru mendirikan satu buah windmast (alat pengukur kecepatan angin) yang fungsinya untuk meneliti dan mendata kecepatan angin, kelembaban udara, suhu dan ketinggian. Data dari alat yang dipasang selama 1 tahun ini akan dijadikan sebagai studi tentang layak tidaknya dibangun PLTB (Pusa Listrik Tenaga Bayu (angin)) di Majene,” tutur Sufyan Ilbas.

Tahap selanjutnya kata dia, di tahun 2018 adalah sedang dilaksanakan survey untuk amdal terhadap lokasi PLTB. “Survey amdalnya sendiri membutuhkan waktu 8 bulan,”

Survey lain yang sementara berjalan lanjut Sufyan adalah survey tentang opsi akses jalan dari dermaga ke lokasi PLTB dan akses transmisi dari lokasi PLTB ke Gardu Induk PLN di Puawang Kelurahan Baruga Dhua Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene.

“Ditargetkan visibility study, data windmast dan survey lainnya akan selesai pada akhir 2018 dan akan dilaporkan ke Pemda untuk progress lebih lanjut supaya dilakukan akusisi lahan,” kata Sufyan Ilbas.

Lebih jauh katanya, Bupati Fahmi sangat mengapreseasi pertemuan ini karena beberapa minggu lalu, pihak investor sudah pernah melakukan presentase di ruang Rapat Bupati.

“Baru bisa ketemu langsung direktur utamanya. Beliau berharap pasokan listrik tenaga angin bisa segera¬† terealisasi supaya warga yang sampai saat ini belum menikmati aliran listrik dari PLN dapat menikmatinya,” pungkas Sufyan.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *