Bupati Fahmi Buka Lomba Bercerita Tingkat SD, MI dan Sederajat

  • 5 Mar 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 285
Gambar Bupati Fahmi Buka Lomba Bercerita Tingkat SD, MI dan Sederajat

Mapos, Majene — Bupati Majene Fahmi Massiara buka Audisi Lomba Bercerita Tingkat SD, MI sederajat se Kabupaten Majene yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Majene, di aula salah satu hotel di Majene, Kamis (5/03/2020).

Pelaksana kegiatan Suci Jamaah dalam laporannya mengatakan, kegiatan itu dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan minat, kemampuan dan kesenangan membaca sebagai modal utama dan faktor penting dalam pendidikan, baik formal maupun informal.

“Agar masyarakat dalam era pembangunan dewasa ini lebih cerdas, memiliki wawasan luas dan tangkas dalam menghadapi tantangan di era globalisasi,” kata Suci.

Tujuan kegiatan kata dia, yaitu untuk menumbuhkan budaya gemar membaca di masyarakat utamanya pada anak-anak sebagai generasi bangsa.

“Menciptakan masyarakat terdidik terpelajar terbiasa membaca dan berbudaya tinggi, mendukung pelaksanaan peningkatan program MP3 serta mendorong peningkatan pengelolaan perpustakaan umum, desa/kelurahan, perpustakaan sekolah secara profesional,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Majene Fahmi Massiara dalam sambutannya mengatakan, membaca merupakan faktor terpenting dan sebagai modal utama dalam pendidikan, baik formal maupun informal.

“Melalui kesenangan membaca diharapkan agar masyarakat di era globalisasi hidup lebih cerdas, berwawasan luas dan tangkas menghadapi tantangan hidup,” tegas Fahmi.

Dikatakan, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembudayaan kegemaran membaca dapat dilakukan melalui tiga jalur yaitu, keluarga yang difasilitasi oleh pemerintah dan pemerintah daerah melalui buku murah yang berkualitas, satuan pendidikan dan mengembangkan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai proses pembelajaran, dan masyarakat yaitu dengan penyediaan sarana perpustakaan di tempat umum yang mudah dijangkau murah dan bermutu.

“Mudah-mudahan dengan memasyarakatan perpustakaan dan kegemaran membaca melalui serangkaian kegiatan lomba ini akan menambah semangat kita dalam meningkatkan pembudayaan kegemaran membaca,” harapnya.

Lebih jauh kata dia, tema yang akan dibawakan nanti pada lomba bercerita lebih pada muatan lokal, karena seiring dengan perkembangan zaman, permainan yang biasa kita lakukan dahulu sudah tidak ada lagi sekarang.

“Sudah berubah menjadi permainan teknolgi dan digital. Hal ini mengubah paradigma dari generasi ke generasi.
Banyak permainan yang sudah tidak dinikmati anak-anak sekarang, padahal dulu, kita menikmati permainan alamiah,” kata Fahmi.

“Untuk membangkitkan kembali kearifan lokal, saya kira inilah momentnya bagi anak anak kita untuk dapat mengangkat kmbali memori orang tuanya pada permainan masa lampau. Dimana dunia maya saat ini mempengaruhi sendi-sendi kehidupan terhadap interaksi yang lain, dan kita akan masuk pada perangkap yang dikuasai oleh teknologi era 4.0 dewasa ini,” tambahnya.

Akhirnya Ia memberikn apreseasi dan motivasi kepada penyelenggara dan berucap selamat kepada peserta lomba dengan harapan semoga mereka akan menjadi insan cendikia di masa yang akan datang.

(***)