BMKG: Gempa di Mamasa Kategori Sedang, Tidak Menimbulkan Kerusakan

Mamasa

Mapos, Mamasa – BMKG wilayah IV Makassar, Karnain menyatakan, gempa yang terjadi di Kabupaten Mamasa selama beberapa hari ini masuk kategori sedang dan tidak berpotensi untuk menimbulkan kerusakan yang cukup besar.

BMKG juga mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan berita bohong (hoax) yang bisa menimbulkan kegaduhan serta kepanikan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat dalam menerima informasi lewat satu pintu melalui pemerintah daerah tanpa mendengar informasi dari luar,” kata Karnain saat menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah Mamasa, Masyarakat di lapangan Kondosapata, Mamasa, Rabu (7/11/2018), pukul 08.30 Wita.

Karnain mengatakan, BMKG tetap siaga memantau situasi bencana dan kejadian setiap saat.

Menurutnya, gempa di Mamasa tidak sama dengan daerah lain seperti Palu.

“Gempa ini ringan dan tidak menimbulkan nampak yang besar dan tidak berbahaya,” terangnya.

Karnain menyatakan, sumber gempa berasal dari pergeseran lempeng bumi sesar lokal (sesar saddang).

Terkait adanya informasi yang menyatakan ada rongga besar dibawah tanah Mamasa, itu tidak bisa di buktikan tanpa melalui penelitian.

“Dan saya katakan informasi itu adalah hoax,” sebutnya.

Ia mengatakan, energi kekuatan gempa tersebar dan tidak merusak.

“Jadi gempa di Mamasa tergolong dalam bentuk parabola yang artinya mulai dari guncangan besar sedang lalu mengecil namun jarak waktu berakhir belum bisa dipastikan,” ungkapnya.

Karnain menghimbau agar seluruh masyarakat kembali ke rumah dan tempatnya masing masing untuk melakukan dan melaksanakan aktifitas seperti biasa.

“Saya imbau masyarakat bisa kembali ke rumahnya masing-masing dan laksanakan aktivitas seperti biasa,” tutur Karnain.

Foto/Istimewa

Bupati Mamasa, Ramlan Badawi menyampaikan, agar masyarakat jangan cepat percaya dengan adanya informasi yang simpang siur mengenai gempa.

“Informasi yang simpang siur bisa membuat keadaan semakin panik. Jadi saya berharap masyarakat hanya mendengar informasi melalui satu pintu, seperti yang disampaikan BMKG,” ucapnya.

Terkait banyak warga yang mengungsi, Ramlan mengatakan, bahwa pemerintah tidak pernah menginstruksikan warga untuk mengungsi.

Ramlah berharap, warga yang telah mengungsi agar bisa kembali ke rumahnya masing-masing dan melaksanakan aktivitas seperti sediakala dan tetap waspada.

Ramlan juga mengingatkan kepada seluruh ASN nya untuk bisa menjadi contoh di masyarakat, “Jangan memprovokasi atau membuat panik masyarakat,” pungkasnya.

Foto/Istimewa

Sementara itu, Kapolres Mamasa, AKBP Arianto, mengatakan, pihaknya akan terus memantau dan menjaga situasi kamtibmas pasca gempa.

Dengan lumpuhnya pusat perbelanjaan, Arianto berharap, agar para pedagang kembali aktif beraktivitas agar perekonimian di Mamasa bisa kembali normal.

“Saya mengimbau kepada semua masyarakat agar tenang dan jangan panik serta jangan menyebarkan informasi yang tidak benar yang bisa membuat keadaan semakin resah,” ujar Arianto.

Arianto mengatakan, pihaknya akan membentuk satuan tugas (satgas) guna memantau setiap keadaan.

“Mari sama-sama kita menangkal isu-isu yang menggangu kamtibmas,” ajak Arianto.

Hal senada juga disampaikan, Dandim 1402 / Polmas, Letkol Arh. Dedi Setia Arianto.

Ia mengatakan, kehadiran TNI adalah bentuk kepdulian terhadap warga Mamasa.

Dedi juga mengimbau, agar masyarakat tidak cepat percaya dengan adanya informasi yang belum tentu kebenarannya.

Dedi menuturkan, akibat dari dampak gempabumi sangat mempengaruhi fisikologis masyarakat. “Saya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik,” imbuhnya.

“Gempa adalah fenomena Tuhan, kita semua berharap agar peristiwa gempa ini cepat berakhir dan tetap semangat dalam menghadapi segala hal tanlapa mengurangi kewaspadaan,” kunci Dedi.

foto/istimewa.

Usai dari Kondosapata, rombongan BMKG didampingi Pemda Mamasa dan pihak Kepolisian, serta TNI menuju ke Kecamatan Sumarorong, di SDN 006 Tabone, Kabupaten Mamasa dan memberikan arahan serta himbauan kepada pengungsi.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...