BKKBN Perwakilan Sulbar Prioritaskan Pencapaian RPJMN

Sulawesi Barat

Mapos, Mamuju – Dalam pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan 9 agenda prioritas nasional pemerintah, BKKBN turut serta mendukung pencapaian agenda prioritas khususnya agenda ke-5 yakni meningkatkan kualitas hidup manusia melalui kependudukan dan keluarga berencana.

Untuk mencapai Prioritas itu, BKKBN merumuskan kebijakan yang konkrit yang tertuang dalam program prioritas BKKBN, yaitu: pengembangan dan Intensifikasi Kampung KB, mengembangkan strategi perencanaan program KKBPK dengan pendekatan Holistik, Integratif, Tematik dan Spasial, pendayagunaan PLKB/PKB pasca pengalihan status ke Pusat menjadi penyuluh KKBPK dan pemenuhan kebutuhan alat dan obat kontrasepsi, Integrasi pelayanan KB dalam system Jaminan Sosial Nasional, melakukan Revolusi Mental dengan mengedepankan Integrasi kegiatan Bersama mitra dalam program KKBPK, berperan aktif dalam pembangunan SDM di tanah Sulbar.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulbar, Hj. Andi Ritamariani Basharu menyebutkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, BKKBN telah melakukan perubahan kebijakan anggaran belanja, dimana anggaran belanja pemerintah tidak lagi berdasarkan money follow function, tetapi Money Follow Program yang artinya semua tugas dan fungsi tidak lagi harus dibiayai secara merata, tetapi harus mengacu pada program-program yang memiliki daya ungkit tinggi bagi pembangunan nasional.

“Karena itu, anggaran BKKBN harus menggunakan pendekatan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM), penganggaran terpadu (Unified Budgeting) dan Penganggaran Berbasis Kinerja.

Melalui proses konsolidasi perencanaan diharapkan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik dan memiliki daya ungkit dalam upaya pencapaian target/sasaran yang telah ditetapkan” jelas Andi Ritamariani, saat menggelar konferensi pers di aula kantor BKKBN, Jumat (11/5/2018).

Untuk itu, BKKBN telah melakukan terobosan agar program KB tidak hanya dimaknai sebagai pembatasan kelahiran, tetapi juga untuk mendukung pembangunan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Beberapa hal penting untuk mencapai hasil pembangunan kependudukan dan Keluarga Berencana yang optimal, menurut Andi Ritamariani, antara lain adalah strategi komunikasi dan sosialisasi ajakan ber-KB yang lebih inovatif sehingga masyarakat tertarik.

Diperlukan juga kepastian ketersediaan alat kontrasepsi dan distribusi yang tepat di daerah serta pengawasan pelaksanaan program Kampung KB.

“Masyarakat harus diberikan konseling, informasi, edukasi dan advokasi yang efektif dengan muatan dan pesan yang mudah dipahami. Bangun kesadaran untuk menjadi peserta KB,” ucapnya.

Adapun sasaran yang harus dicapai berdasarkan RPJMN adalah angka kelahiran, pemakaian kontrasepsi modern, kebutuhan ber-KB, peserta KB aktif dan tingkat putus pakai kontrasepsi.

Berikut data grafik capaian BKKBN bulan Januari hingga Maret 2018

1. Target capaian KB baru per mix kontrasepsi per kabupaten Januari – Maret 2018

 

 

 

 

 

2. Capaian peserta KB baru Wanita dan pria per kabupaten, Januari – Maret 2018

 

 

 

 

 

3. Target dan capaian KB aktif pee mix kontrasepsi per kabupaten 11 Mei 2018

 

 

 

 

 

4. Rekapitulasi pencanangan kampung KB di Sulawesi Barat (2016 – 2018)

 

 

 

 

 

5. Realisasi anggaran sampai dengan 2018 per belanja TA. 2018

 

 

 

 

 

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...