BI Gelar Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Sulbar

Mamuju

Mapos, Mamuju – Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sulbar menggelar Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Sulbar di Aula Ball Room hotel d’Maleo. Selasa (20/3/2018).

KPw BI Sulbar Dadal Angkoro.

Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi (BI) Sulbar Dadal Angkoro mengatakan KEKR digelar untuk menyajikan informasi terkini kepada para pemangku kepentingan baik eksternal maupun internal seputar perkembangan ekonomi daerah, keuangan pemerintah daerah, inflasi, stabilitas keuangan daerah, akses keuangan, sistem pembayaran, pengelolaan uang rupiah, ketenagakerjaan, serta prospek ekonomi dan inflasi ke depan.

“Kami berharap dengan digelarnya KEKR ini dapat menjadi salah satu referensi yang dapat diandalkan bagi para pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan,” ujarnya.

Menurut Dadal, rekomendasi ekonomi Sulbar menjadi salah satu referensi dalam pengambilan kebijakan pembangunan ekonomi di Sulbar.

“Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah bersama instansi terkait antara lain, melakukan diversifikasi produk berbagai komoditas untuk meninggkatkan nilai jual seperti komoditas pertanian, kehutanan dan perikanan. Melakukan pengembangan sumber-sumber ekonomi baru yang Iebih berkelanjutan dan dapat menciptakan multiplier effect bagi ekonomi Sulbar secara luas. Menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulbar dengan meningkatkan kualitas Pendidikan di Sulbar.

Tamu undangan KEKR

Dikatakan, penambahan kapasitas dan kualitas pergudangan untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan menjaga pasokan. Pembentukan sentra produksi dan penguatan akses petani terhadap teknologi, pasar, dan permodalan.

Mendorong optimalisasi waktu operasional Bandara di Mamuju. Melakukan realisasi kerjasama perdagangan dengan daerah pemasok maupun produsen. Secara rutin menginformasikan ketersediaan pasokan barang dan infomasi harga melalui PIHPS untuk mengelola ekspektasi masyarakat terhadap harga. Melakukan kegiatan rutin pengendalian harga seperti pasar murah. operasi pasar dan inspeksi,” katanya.

Tahun ini kita bersyukur karena BI telah bekerjasama dengan BPS dan Kemenkeu. Dari aspek data kita bisa berkoordinasi dengan BPS dan dari segi aspek keuangan dan permodalan melalui Kemenkeu.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *