Beredar, Video Perawat Mangamuk di Polman

Peristiwa

Mapos, Mamuju – Seorang perawat yang sudah belasan tahun mengabdi sebagai honorer di Rumah Sakit Umum Polewali Mandar mengamuk dan memaki-maki Direktur RSU dr Hj Syamsiah yang sedang memimpin rapat pertemuan tertutup perawat dengan manajemen rumah sakit, Selasa (8/5/2018) siang kemarin.

Perawat berinisial S ini kalap dan tidak terima dirinya diancam dipecat. Dia mengamuk dan menantang direktur hingga nyaris terlibat adu jotos saat rapat berlangsung.

Sejumlah pegawai yang berusaha menenangkan situasi tampak kelimpungan mengamankan wanita yang marah ini.

Perawat yang marah ini menilai, direktur terlalu otoriter dan tidak punya empati dengan perjuangan para perawat menuntut upah layak dan perbaikan nasib mereka setelah belasan tahun mengabdi secara profesional.

Sejumlah perawat perempuan dan laki-laki berusaha menenangkan situasi dengan cara menangkap dan memeluk perawat S, tetapi gagal. Bahkan, rekannya yang hendak menenangkan perawat S terjatuh.

Kericuhan baru mereda setelah perawat yang mengamuk tadi diarak keluar oleh sejumlah pegawai. Saat dibawa ke luar ruangan rapat, perawat S menangis dan tak henti-hentinya berteriak dan memaki-maki direktur RSUD.

Ancaman pemecatan sejumlah perawat tersebut diduga terkait dengan aksi unjuk rasa ratusan perawat dari 16 kecamatan dan RSU Polewali Mandar yang menuntut upah layak dan perbaikan nasib di kantor bupati dan DPRD Polewali Mandar, Senin lalu.

Setelah rapat digelar, sejumlah perawat terlihat kecewa dan memilih bungkam saat diwawancara wartawan.

Kepala bidang medis dan perawatan RSUD Polewali Mandar dr Anita membantah rapat internal manajemen rumah sakit dengan perawat itu terkait aksi unjuk rasa di kantor bupati dan DPRD Polewali Mandar Senin lalu.

Rapat tersebut, menurut Anita, membicarakan masalah internal persiapan RSUD menjadi rumah sakit tipe B.

“Rapat internal manajemen rumah sakit dengan perawat dan pegawai lainnya ini tidak ada kaitannya dengan aksi unjuk rasa ratusan perawat di kantor bupati dan DPRD kemarin,” kata Anita seusai rapat.

Sebelumnya, sekitar 700 perawat dari 16 kecamatan dan rumah sakit di Polewali Mandar menggelar aksi unjuk rasa menuntut upah layak dan perbaikan nasib.

Para perawat yang menempuh perjalanan hingga 3 jam dari dusun terpencil tempat mereka bertugas ke kota Polewali Mandar.

Berikut videonya:

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *