Begini Reaksi KPAI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Anak Dibawah Umur

Hukum

Mapos, Mamuju – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan anak dibawah umur di Bonehau Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, mengundang reaksi dari Kerukunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bonehau (KPPMB). Selaim itu, kasus ini juga mendapat respon dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti.

Menurut Retno, kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pelaku yang masih usia anak memang harus menggunakan UU No. 11 tahun 2012.

Ketua KPAI, Retno Listyarti.

“Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Dalam UU SPPA jika pelaku masih berusia dibawah 12 tahun, memang belum bisa di tahan,” ujar Komisioner KPAI Retno, saat dikonfirmasi di jakarta melalui pesan watshap, Senin (29/1’2018) malam.

Menurutnya, pelaku harus didampingi oleh orangtuanya selama pemeriksaan maupun rekonstruksi kasus.

Sejauh ini, kata Retno, kita harus menghormati pihak kepolisian untuk bekerja mengungkap kasus ini. KPAI juga mendorong kepolisian untuk menggunakan UU SPPA bagi pelaku dan UUPA bagi korban.

Dengan demikian, KPAI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan memastikan anak korban dan anak pelaku mendapatkan pendampingan psikologis agar mereka tidak trauma healing terhadap kasus yang menimpanya maupun kepada Kepolisian.

(salim majid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *