Begini Pemerintah dan Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Sulawesi Barat

Mapos, Majene – Cukup banyak lahan tidur atau lahan tidak produktif di Kabupaten Majene. Namun kenyataan itu justru tak membuat masyarakat maupun pemerintah patah arang.

Melalui program revolusi hijau sebagai program unggulan Bupati Majene Fahmi Massiara, sejumlah lahan tidur disulap menjadi lahan produktif.

Document.

Tersebutlah lahan seluas kurang lebih dua hektar di Lingkungan Lembang Dhua Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur oleh masyarakat dan pemerintah menjadikan lahan tidur di sana sebagai lahan percontohan. “Seperti inilah Kebun Percontohan kerjasama Kodim 1401 Majene dan Distanakbun yang sekarang sudah memasuki satu tahun,” kata Arif Lappas – Konsultan Teknis Budidaya Tanaman Jumat (4/5/2018)

Sebelumnya kata Arif, lahan percontohan ini adalah lahan tidur dan lahan marginal (tanah liat/lempung ) yang pada dasarnya tidak direkomendasi untuk lahan pertanian.Tapi, dengan perlakuan khusus seperi pemberian kompos, pasir ditambah tanah, tanaman bisa tumbuh dengan baik . “Insya Allah setelah beberapa kali diolah, tanahnya akan semakin baik untuk pertanaman,” kata Arif.

Lebih jauh kata dia, merupakan kebahagiaan tersendiri buat keluarga besar kebun percontohan Majene karena hasilnya sudah terbukti dan informasi keberhasilannya telah menyebar.

“Majene melakukan program pemanfaatan lahan tidur atau lahan marginal menjadi Lahan produktif. Dengan dasar itu sehingga pembukaan lahan sudah lebih ratusan hektar, baik disekitar lahan di Leppe, maupun di wilayah kecamatan lain di Kabupaten Majene telah dilakukan,” ungkap Arif.

Dia menyebut, aktifitas produksi di lahan percontohan yang dikelola masyarakat, jajaran Kodim 1401 dan dinas terkait (Distanakbun Majene) sudah menanam cabai yang saat ini sudah berumur 53 HST (hari setelah tanam) per tanggal 3 Mei 2018.

Document.

“Jumlah populasi sementara 3.068 pohon terdiri dari 59 bedengan dengan target 3.536 pohon atau 68 bedengan. Kita berharap pasokan cabai ke masyarakat dalam bulan Ramadhan hingga hari raya bisa terpenuhi melalui program ini,” tandas Arif Lappas.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *