Begini Masyarakat Majene Lawan Teror

Majene

Mapos, Majene – Kerusuhan yang pecah di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua – Depok pada Selasa, 8 Mei 2018 lalu menyisakan duka mendalam bagi seluruh elemen masyarakat di negeri ini.

Insiden berdarah berbuntut drama penyanderaan oleh napiter dan menewaskan enam bhayangkara negara mengundang simpati dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat Majene.

Bentuk empati dan simpati itu dituangkan dalam ucapan bela sungkawanya di berbagai media sosial serta membubuhkan tandatangan di kain yang menyerupai bendera merah putih. Pada sudut kiri atas kain berwarna merah terdapat foto enam bhayangkara negara yang gugur dalam peristiwa berdarah di Rutan Mako Brimob dan di sudut kanan atas ada tulisan ‘Turut Berduka Cita Atas Gugurnya 6 Anggota Polri Dalam Aksi Teror‘. Sedangkan pada sudut kiri bawah ada tulisan bertagar #KamiTidakTakutTeror
#DukaKamiUntukPahlawan.

Menurut Kapolres Majene AKBP Asri Effendy Minggu (12/5/2018) ucapan turut berbela sungkawa oleh masyarakat Majene ada di dua lokasi berbeda.

“Satu di lokasi halaman Masjid Ridha Allah Kecamatan Sendana dan satunya lagi di lokasi depan pusat perbelanjaan di Kecamatan Sendana. Jamaah masjid dan setiap warga yang melintas menyempatkan diri sampaikan empati dan simpati atas gugurnya anggota Polri lewat tandatangan,” kata Asri Effendy.

Gerakan ini kata Asri adalah gerakan melawan terorisme dan aksi radikal tak berprikemanusiaan oleh teroris.

“Teroris harus kita lawan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Kami harapkan dengan adanya dukungan dan simpati dari masyarakat atas gugurnya rekan kami anggota Densus 88/AT dan Brimob di insiden Rutan Salemba cabang Brimob Kelapa Dua kemarin, bisa menjadi pernyataan tegas seluruh bangsa ini #KamiTidakTakutTeror #DukaKamiUntukPahlawan,” pungkas Asri Effendy.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...