Begini Kronologis Kerja Mafia Proyek Rp750 Juta




 

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

. Mapos. Mamuju – Direktorat Reserses Umum Polda Sulbar mengamankan IRR, terduga pelaku kasus penipuan dan penggelapan uang sebanyak Rp750 juta.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 378 Sub 372 Jo 55 (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu korban diketahui bernama Harfiana berdasarkan laporan polisi nomor :  LP/63/VII/2017/SPKT/Sulbar Tgl 07 juli 2017 dengan pelapor Hasbullah.

Menurut penjelasan Dirreskrimsus Polda Sulbar, Kombes Pol Hery Wiyanto, yang diteruskan oleh Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj. Mashura, peristiwa tersebut berawal pada tanggal (06/03/2017) lalu.

Diceritakan, sekitar pukul 08.00 Wita, MH mempertemukan pelapor (Hasbullah) dengan salah seorang panitia pengadaan Hartono (ULP Prov. Sulbar) di Hotel Srikandi Mamuju. Saat itu Hartono menjelaskan bahwa MH memang disuruh oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar untuk mencari kontraktor dan pada saat itu juga MH memperlihatkan DPA kepada pelapor.

Selanjutnya pada tanggal (07/03/17) sekitar Pukul 10.00 Wita, pelapor (Hasbullah) ditelpon oleh MH dan menyampaikan bahwa panitia yang dijanjikan sudah siap ditemui di Makassar.

“Mendengar kabar tersebut Hasbullah kemudian berangkat ke Makassar. Pada hari Rabu (08/03/2017) sekitar pukul 08.00 Wita dan terjadilah pertemuan di penginapan Arumdalu Makassar. Hasbullah kemudian menyodorkan perjanjian dan kuitansi senilai Rp200 juta kepada MH,” tutur Mashura melalui WA.

Selanjutnya, MH mengantarkan perjanjian dan kuitansi itu kepada Hartono. Namun pada pukul 22.00 Wita MH datang lagi ke penginapan Arumdalu Makassar menyampaikan kepada Hasbullah bahwa Hartono hendak mengambil uang. Tetapi tidak mau menandatangni kuitansi dan surat perjanjian yang dimaksud.

Tidak hanya itu, pada malam itu juga MH menyampaikan bahwa ada orang yang bisa bertanggung jawab untuk menandatangani surat perjanjian ini yaitu adiknya H, HD, atas nama IRR namun pelapor tidak begitu percaya sebelum dipertemukan.

Selanjutnya MH meminta Hasbullah untuk mentransfer uang ke IRR sebanyak Rp10 juta rupiah sebagai uang transport ke Makassar.

Pada hari Kamis (09/03/2017) pelaku IRR bertemu dengan Hasbullah di Hotel Pesona Makassar. Saat bertemu, IRR langsung menjanjikan kepada pelapor 3 paket proyek yaitu pembangunan rabat beton di jalan poros Polewali Matangnga senilai Rp24 milyar rupiah, pembangunan jalan rintisan pada 2 lokasi yang berbeda dengan nilai keseluruhan Rp12,3 milyar rupiah yang anggarannya bersumber dari dana APBD Sulbar Tahun 2017.

Untuk meyakinkan Hasbullah, IRR mendatangkan panitia pengadaan, Andi Hilal, pada tanggal 12 maret 2017 sekitar pukul 21.00 Wita di hotel Pesona Makassar. Setelah dipertemukan dengan pihak korban ternyata yang hadir di Makassar Andi Hilal Palsu yang nama sebenarnya adalah AH.

Yakin dengan penjelasan tersebut korban akhirnya menerima serta memenuhi permintaan IRR dengan memberikan uang sebanyak Rp750 Juta. Sebanyak Rp100 juta diantaranya diterima oleh MH dan Rp650 juta rupiah diterima oleh IRR.

“Namun  yang dijanjikan IRR ternyata tidak benar. Proyek yang dijanjikan dalam kontrak perjanjian telah dikerjakan orang lain. Sementata uang korban sudah habis untuk kepentingan pribadi IRR. Ini menurut pengakuan Hasbullah,” tuturnya.

Barang Bukti yang diamankan adalah rekening koran Harfiana, rekening koran IRR, kuitansi penerimaan dan surat kontrak kerja.

“Penyidik meningkatkan sidik setelah dilakukan gelar perkara yang diikuti oleh penyidik, personil Itwasda dan Bidang Propam,” ungkap Mashura.

“Selain itu kasus ini juga telah mendapat dukungan dari JPU dan pengembangan kasus masih sementara dilakukan oleh penyidik,” tutup Mashura.

(fitria) 

loading...

Instagram

  • Instagram Image
  • Perjuangan Muh. Dimas Ayogya Julianto hingga juara umum 3 nasional pra yuinor A Grand Indonesia Open Archery Championship
  • Penyerahan hadiah
  • Demi olahraga dan panahan di Sulbar khususnya...lbh baik 👍
  • Bersama coach andalan, pak Andre Vieneth 😍😍😍😍😍

Ikuti Kami...