BBM Langka, Eceran Tembus Rp 20 Ribu

Mamuju

Mamuju, Mapos – Langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) di Mamuju berdampak kepada warga.

Antrian kendaraan panjang hingga 1 kiloan menjadi solusi utama bagi pembutuh BBM.

Disisi lain, pengecer menjadi alternatif kedua mencegah antrian. Tak tanggung-tanggung harganya pun dimainkan per botol.

Didepan SPBU Simbuang utamanya, para pengecer menjual BBM per botol mencapai Rp 20 ribu. Tak hayal, pengecerpun diserbu warga walaupun harga tak sebanding di SPBU.

Rusman, salah seorang pelintas yang hendak ke Pare-pare mengatakan, dengan langkanya BBM di Mamuju tidak ada jalan lain, selain membeli di pengecer.

Pasalnya, menurut dia, bila menunggu antrian bisa berjam-jam. “Itupun kalau dapat,” pungkasnya.

Dilain sisi, antrian panjang kendaraan membuat kemacetan pengguna kendaraan lain.

Kurangnya pengawasan dari aparat kepolisian dalam mengatur arus lalulintas juga dikeluhkan warga.

“Seharusnya ada aparat kepolisian yang turun mengatur arus lalulintas,” kata Rasty warga Mamuju.

Menurutnya, antrian panjang kendaraan yang akan mengisi BBM di SPBU Simbuang membuat kemacetan di jalan Jenderal Sudirman.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, adanya aparat kepolisian yang bisa mengatur arus lalulintas.

Dia berharap, solusi dengan hadirnya polisi untuk mengatur arus lalulijtas menjadi keamanan para pengguna jalan lainnya.

Warga berebut BBM di pengecer.

“Kalau bisa sih, ada aparat yang bisa mengatur arus lalulintas. Soalnya, pengendara yang hendak antri mengambil badan jalan yang menyebabkan jalan sempit dan macet,” tutupnya. Jumat (5/10/2018).

Hal yang juga terjadi di SPBU simpang dua dan Rangas. Kendaraan terlihat menumpuk menunggu BBM.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *