Bayi Penderita Hydrocephalus Asal Karossa Dirujuk ke Makassar

Kesehatan

Mapos, Mateng – Bayi dari seorang ibu bernama Masrah, warga Desa Mora Tengah, Desa Karossa, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, kini terbaring lemah. Bayi ini lahir melalui persalinan normal.

Namun, setelah dilahirkan pada usia 6 bulan, bayi yang bernama Annah Hidayah itu diketahui mengindap penyakit hidrosefalus atau pembesaran kepala. Padahal, menurut sang suami, Basri, istrinya saat mengandung normal. Dia kaget melihat kepala anak keenamnya membesar.

“Dokter mengatakan, anak saya ini menderita penyakit hidrosefalus,” kata Basri.

Anna Hidayah, Bocah mengindap penyakit hidrosefalus atau pembesaran kepala sala Karossa.

Setelah divonis dokter menderita hidrosefalus, mereka disarankan agar membawa anaknya ke RSUD Wahidin Makassar untuk dioperasi.

Namun, orangtuanya belum berani membawa anaknya di rumah sakit lantaran terkendala biaya.

“Biaya operasi yang cukup besar sangat tidak mungkin saya dapatkan. Saya hanya seorang petani,” tutur Basri.

Akibat mengidap hidrosefalus, bayi itu masih terbaring lemah. Sementara upaya pengobatan alternatif melalui jalur operasi agar kepala anaknya normal sebagaimana saran dokter belum bisa dilakukan.

Basri pun hanya pasrah. Selain tak memiliki biaya, ia juga khawatir dengan penyakit yang menimpa anaknya.

Apalagi menurut dokter, lanjut Basri, hidrosefalus adalah penyakit yang menyerang organ otak. Jika tidak segera ditangani, penyakit tersebut dipastikan dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak.

Dok. Mapos.com

“Saya khawatir kepala anak saya akan membesar seiring usia, tapi saya bingung harus bagaimana lagi sekarang. Saya enggak punyak uang, sementara dokter menyarankan satu-satunya cara untuk menyembuhkan anak saya harus dioperasi untuk mengeluarkan cairan di otak,” ujar Basri.

Beruntung penderitaan warga miskin ini mendapat perhatian dari Kepala Desa Karossa. Kepala Desa siap membantu mengumpulkan para donatur dan Relawan dengan membuka posko bantuan di Kantor Desa.

“Kita akan membawa bayi ini ke Rumah Sakit Wahidin Makassar sekarang. Kita akan bantu dengan membuka posko bantuan di kantor desa untuk biaya pengobatan sekaligus meringankan beban keluarga pasien, pihaknya mulai menggalang dana,” kata Kepala Desa Karossa Selereksi. Kamis (5/4/2018).

Selereksi juga berharap ada uluran tangan dari para dermawan, terutama kepada pemerintah daerah, agar membantu meringankan beban warganya.

“Saat ini kita sedang berupaya mencari bantuan dengan menggalang dana. Karena berdasarkan pengalaman beberapa kali kita mendampingi pasien yang menderita hidrosefalus, biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Sementara dari pihak keluarga jelas tidak mampu menanggung biaya itu. Karena itu, saya minta pemerintah mengambil alih biaya pengobatan,” ucapnya.

Sementara itu, Ibu dari Anna Hidayah, Masrah mengatakan, penghasilan suaminya yang hanya cukup untuk menopang hidup sehari-hari.

Dok. Mapos.com

“Jika memang ada yang tergerak untuk membantu, kami sangat berterima kasih. Tak tega melihat dirinya dengan kondisi seperti itu,” harap Masrah.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *