Bawaslu Mamuju Ancam Caleg Pasang APK Sembarangan

  • 25 Nov 2018
  • Politik
  • Sudirman Al Bukhori
  • 49
Gambar Bawaslu Mamuju Ancam Caleg Pasang APK Sembarangan

Mapos, Mamuju – Bawaslu Kabupaten Mamuju meminta agar calon anggota legislative (Caleg) tidak memasang alat peraga kampanye di lokasi larangan.

Jika tak segera diturunkan dalam waktu yang ditentukan maka caleg itu terancam terkena sanksi.

Divisi Hukum, Faisal Jumalang mengatakan, pelaksanaan kampanye harus tertib sesuai aturan KPU.

“Aturan ini diharapkan agar sosialisasi dari Caleg lebih terarah dan bisa langsung turun ke ‘akar rumput’, jadi tidak perlu menggunakan terlalu banyak alat peraga kampanye,” ujarnya saat dditemui di kantor KPU Mamuju, Minggu (25/11/2018).

Dikatakan, sebelum memberikan sanksi, para caleg akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan pelanggarannya. Sanksi terberat jika ditemukan pelanggaran adalah digugurkan dari pencalonan, sebab Bawaslu bisa merekomendasikan hal itu jika ditemukan pelanggaran yang berat.

“Kampanye itu diatur sesuai dengan yang ditetapkan, saat ini merupakan tahapan kampanye,” katanya.

Menurutnya, dari temuan di lapangan, Bawaslu menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan para caleg dalam memasang alat peraga.

“Jika sampai tidak diturunkan, maka alat peraga kampanye akan ditertibkan paksa oleh Satpol PP,” ancamnya.

Dirinya menyatakan, jika alat peraga kampanye tidak boleh dipasang di tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolah), jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan.

Faisal mengatakan, ada beberapa temuan Bawaslu terkait tempat pemasangan APK yang dilarang.

Dirinya mengaku akan melakukan penertiban dalam waktu dekat ini.

“Kita akan melakukam penertiban dalam waktu dekat ini bersama Satpol PP,” bebernya.

Faisal berharap, para caleg dapat mematuhi peraturan KPU.

Bawaslu Mamuju, Divisi Hukum, Faisal Jumalang

“Kami berharap para caleg mematuhi peraturan KPU, sebab para caleg itu nantinya akan membuat aturan, tapi jika jadi calon saja sudah melanggar apalagi nanti kalau sudah jadi wakil rakyat,” tandasnya.

(usman)