Bapperida, BI dan BPS Sulbar Bahas 31 Indikator Makro RPJPN

Mapos, Mamuju — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) membahas 31 Indikator Makro bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Desk Indikator Makro di Ruang Rapat Kantor Bapperida Sulbar, Rabu (21/2/2024).

Hadir dalam rapat, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPEPD) Bapperida Sulbar, Hasanuddin bersama Kepala Perwakilan BI Sulbar, Gunawan Purbowo dan Statistisi Ahli Madya BPS Sulbar, M. La’bi beserta para Kepala Bidang Bapperida Sulbar, pejabat fungsional dan staf dari masing – masing instansi.

Pada kesempatan ini, Bapperida Sulbar menyampaikan 31 indikator makro dalam RPJPN Tahun 2025-2045 yang menjadi target acuan untuk pembahasan desk Indikator tersebut, mencakup indikator sasaran visi, perlindungan sosial yang adaptif, IPTEK, inovasi, dan produktivitas ekonomi, transformasi digital, integrasi ekonomi domestik dan global, regulasi dan tata kelola yang berintegritas dan adaptif, hukum berkeadilan, keamanan nasional tangguh, dan demokrasi substansial, stabilitas ekonomi makro, keluarga berkualitas, kesetaraan gender, dan masyarakat inklusif, berketahanan energi, air dan kemandirian pangan.

Dihubungi terpisah, Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana mengatakan, rapat itu sebagai tindak lanjut atas undangan Bappenas yang berkaitan dengan desk indikator makro Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Nasional (Rakortekrenbangnas) Tahun 2024 yang dijadwalkan 27 Februari 2024 mendatang.

Menurut Junda, jika memperhatikan indikator yang disampaikan Bappenas, pihaknya melihat terdapat beberapa indikator baru yang belum terukur di Sulbar.

“Untuk itu, dalam rapat tersebut, Tim Bapperida Sulbar bersama BPS dan BI mengecek ketersediaan data yang kami miliki masing – masing untuk menentukan baseline 2025,” ujar Junda.

(*/adv)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...