BAP Kasus Mangrove Sudah Dinyatakan P21

  • 20 Des 2018
  • Hukum
  • R Fajar Soenoe
  • 9
Gambar BAP Kasus Mangrove Sudah Dinyatakan P21

Majene, Mapos — Keseriusan Polres Majene mengungkap sejumlah kasus gencar dilakukan. Bukti keseriusan jajaran Polres Majene melalui Sat Reskrim ini antara lain, merampungkan berkas Berita Acara Pemerikasaan (BAP) pembabatan mangrove yang melibatkan Kepala Desa Palipi Sendana, SDR.

Area hutan mangrove yang diduga dibabat oleh SDR di Desa Palipi Kecamatan Sendana foto : Ist

“BAP SDR sudah naik ke tahap 2, yaitu terasangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Majene. Sekarang, sudah menjadi kewenangan jaksa,” terang Kapolres Majene AKBP Asri Effendy, Kamis (29/12/2018).

Sebelumnya, SDR dinyatakan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Majene pada tanggal 22 November 2018 silam.

SDR disangka telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan jalan merambah hutan mangrove di Desa Palipi Sendana.

“Penetapan status SDR menjadi tersangka, berdasarkan hasil gelar perkara. Ada beberapa unsur pidana yang terpenuhi, namun tersangka belum ditahan dengan alasan yang bersangkutan masih melayani masyarakatnya,” kata AKBP Asri Effendy.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Pandu Arief Setiawan dikonfirmasi terpisah menyebut, SDR disangka melanggar sejumlah pasal tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Pasal yang dikenakan kepada SDR kata AKP Pandu antara lain, pasal 78 Ayat (2) jo Pasal 50 Ayat (3) huruf a,b,c UU RI No. 41 tahun 1909 atau Pasal 84 Ayat (1) Jo Pasal 82 Ayat (1) huruf a,b,c UU RI No. 18 Tahun 2013 atau Pasal 98 Ayat (1) UU Rl No. 32 Tahun 2009 atau Pasal 73 Ayat (1) huruf b, Jo Pasal 35 huruf e,f,g UU RI No. 1 Tahun 2014.

“Selain ancaman kurungan badan, yang bersangkutan juga diancaman denda hingga Rp10 miliar,” urai AKP Pandu.

(ipunk)