Bank Indonesia Gelar Karampuang Underwater Photography Competition

Berita Utama Olahraga

Mapos, Mamuju – Pada 29-30 September 2018, Kantor Perwakilan Bank Indonesia  Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan kegiatan Karampuang Underwater Photography Competition (UPC) tahun 2018. Even ini diikuti sebanyak 35 penyelam profesional dari dalam dan bahkan luarnegeri.

Kegiatan yang merupakan kerjasama Bank Indonesia dengan Kandora Dive Center inimerupakan ajang promosi pariwisata Sulawesi Barat, khususnya pulau Karampuang dengan keindahan biota bawah lautnya. UPC kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, EnyAnggraeni Anwar bertempat di hotel Matos, Mamuju.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat Dadal Angkoro, mengatakan, tujuan diselenggarakannya UPC semata sebagai upaya Bank Indonesia berkontribusi nyata dalam peningkatan ekonomi Sulawesi Barat. Khususnya di sektor pariwisata.

“Bank Indonesia menyelenggarakan UPC ini khusus untuk meningkatkan kunjungan segmented tourism di Sulawesi Barat yaitu penyelam professional pecinta bawah laut. Agar pengembangan pariwisata di Sulbar ini dapat lebih fokus dan terarah. Sebanyak 35 penyelam yang berpartisipasi pada UPC ini,” tutur Dadal.

Ke 35 penyelam itu berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Wakatobi, Ambon, Malang, Yogyakarta, Manado, Bali, Bau-bau, Makassar, bahkan Inggris, Jepang danTiongkok.

“Diharapkan para peserta UPC ini dapat ikut mempromosikan keindahan Pulau Karampuang kepada komunitas penyelam di kota mereka masing-masing. Dengan begitu, pesona Karampuang dapat semakin terekspose dan mendatangkan lebih banyak peselam ke Sulawesi Barat ini,” imbuh Dadal.

Kategori perlombaan pada UPC terdiri dari dua jenis. Yaitu compact dan professional.

Pada dua haripelaksanaan UPC, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengambil foto sebanyak tiga kali penyelaman di tiga spot penyelaman yang berbeda. Selanjutnya, peserta diminta untuk mengumpulkan lima foto terbaik untuk dilakukan penjurian pada malam penutupan.

Berikut beberapa dokumentasi even :

 

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *