Bahaya Di Balik Kebiasaan Mengigit Kuku

Berita Terbaru Berita Utama Kesehatan Nasional

9cc90d69c4e60fc339da403eefb35a69Mapos. Jakarta – Jika Anda mempunyai kebiasaan mengigit kuku, ini saatnya untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang satu ini. Mengapa? Karena ada dampak yang berbahaya bagi kesehatan mengintai Anda.

Secara medis, kebiasaan menggigit kuku ini dinamakan onychophagy. Seseorang yang menderita onychophagy kronis mungkin tidak hanya memerlukan perawatan untuk kukunya saja, tapi juga membutuhkan seorang profesional untuk mengubah perilakunya.

Dr. Kevin Kennedy, seorang psikoterapis di Harvard Vanguard Medical Associates mengatakan, bahwa onychophagy adalah sub kelompok gangguan obsesif-kompulsif. Sub kelompok ini juga mencakup orang-orang yang gemar menarik-narik rambut atau menggigit bagian dalam pipi.

Onychophagy bisa dimulai karena stres, ketegangan, atau kegelisahan yang parah. Namun, penyakit ini juga bisa berkembang menjadi kebiasaan, bahkan ketika stres atau kecemasannya hilang. Kebiasaan menggigit kuku bisa menjadi sangat akrab bagi penderitanya sehingga mereka tidak sadar ketika menggigit kuku hingga terasa sakit.

Bahkan, pada beberapa kasus, pasien dengan onychophagy kronis bisa menggigit kuku jari kaki, kuku jari tangan dan kulit di sekitar kuku sampai berdarah.

Berkembangnya Kuman

Dari sudut pandang medis, tangan adalah salah satu tempat berkembangnya kuman. Bahkan jika orang mencuci tangannya secara teratur, tetap akan ada beberapa bakteri, virus, dan parasit di bawah kuku. Hal yang paling umum terjadi dari onychophagy adalah permasalahan pada saluran pencernaan, diare, mual, dan muntah.

Selain itu, onychophagy juga dapat mempercepat pembentukan paronychia. Ini adalah infeksi akut pada jari di persimpangan kuku dan kulit. Akibatnya, jari menjadi merah, meradang, dan nyeri.

Karena menggigit kuku adalah kebiasaan buruk, maka Anda harus mengganti kebiasaan ini dengan sesuatu yang positif. Salah satunya adalah dengan melakukan manikur dan perawatan kuku lainnya.

Sementara itu, jika Anda sudah melakukan perawatan kuku tetapi kebiasaan menggigit kuku tetap ada, maka pendekatan psikologis oleh seorang profesional kesehatan adalah cara teraman untuk merespons secara efektif gangguan kompulsif ini.

Sumber : klikdokter.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *