Aksi Polisi Gadungan, Berikut Pesan Kapolsek Sampaga

Berita Utama

Mapos, Mamuju¬†–¬†Mengaku sebagai polisi berpangkat Brigadir, Pratama Crouw menipu korbannya bernama Susilawati (29) warga Dusun Wanasari, Desa Polo Lereng, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) sebesar Rp12 juta.

Anehnya lagi, pelaku mengaku bertugas di Polsek Sampaga sebagai jabatan Kasat Reskrim.

Surat mutasi palsu

Untuk memuluskan aksinya, pelaku meminta sejumlah uang kepada korbannya dengan dalih biaya ke Mamuju karena pelaku telah di mutasi dari Polda Lampung ke Polda Sulbar dan akan ditempatkan di Polsek Sampaga.

“Minta uang ke korbannya sebesar Rp12 juta untuk biaya ke Mamuju. Alasan pelaku karena tidak punya biaya untuk ke Mamuju dan akan segera berdinas di Polsek Sampaga,” kata Kapolsek Sampaga Iptu Muhktar Mahdi.

KTA Palsu

Modusnya, berkenalan dengan korban via jejaring sosial ‘Facebook’ dan mengajak korban akan dinikahi.

“Kita sudah deteksi keberadaan pelaku dan kami telah berkoordinasi dengan rekan polri yang bertugas di Polda Lampung untuk menindak lanjuti laporan warga. Foto pelaku, serta laporan polisi tindak penipuan maupun surat mutasi palsu, KTP dan KTA pelaku sudah kita kirimkan ke Polda Lampung untuk ditelusuri,” ujarnya.

KTP imitasi

Muhktar mengatakan, polisi di Polsek Sampaga bekerja cepat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi korban-korban berikutnya atas ulah polisi gadungan itu.

“Perbuatan pelaku sangat merusak instutsi Polri,” imbuhnya.

Pelaku (Polisi gadungan)

Mukhtar berpesan kepada masyarakat khususnya kaum hawa jangan mudah percaya terhadap orang yang baru saja dikenal, apalagi kalau kenalnya hanya lewat media sosial.

“Berhati-hatilah bila mengenal seseorang melalui media sosial, modus penipuan sangat banyak sekali. Sebagai polisi tidak mungkin berani meminta uang kepada masyarakat,” pesannya.

Adapun langkah-langkah yang diambil, lanjut Mukhtar, menerima pengaduan korban dan kami telah berkoordinasi ke Polda Lampung, hasilnya keberadaan pelaku terdeteksi.

“Dari informasi yang diterima dari Polda Lampung bahwa posisi cekpost, pelaku berada di Kabupaten Way Kanan, 170 km jarak tempuh dari Provinsi Lampung. Bila ditempuh melalui perjalanan darat bisa sampai 4-5 jam,” sebutnya.

Kita juga sudah mengirimkan data pelaku ke Polres Way Kanan.

“Semoga pelaku secepatnya dapat ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkasnya. Sabtu (8/9/2018).

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *