AKP Suhartono: Mari Wujudkan Rasa Aman Antar Umat Beragama

Polewali

Mapos, Polman¬†–¬†Guna menciptakan rasa aman antar pemeluk agama, satuan Polres Polman melalui satuan lalulintas secara rutin memberikan tugas pelayanan publik kepada masyarakat di Kabupaten Polman.

Pelayanan itu diberikan bagi para umat Kristiani yang sedang beribadah Minggu di tiga gereja yaitu, Gereja Katolik Paroki Santo Yosep, Gereja Toraja Mamasa Klasis Polewali dan Gereja Toraja.

Dalam pelaksanaan tugas dan peranya diantaranya, Preemtif yaitu secara edukatif persuasif mengunjungi dan mengajak para pemuda-pemudi gereja untuk bersinergi menjaga kamtibmas yang kondusif dan berkenan memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika ada informasi yang berpotensi terjadinya kerawanan gangguan kamtibmas, Preventif yaitu dengan membantu pengaturan lalu lintas dan membantu menyeberangkan jemaah gereja yang akan masuk dan pulang selesai ibadah di depan gereja dan Represif jika ditemukan potensi pelaku yang indikasinya mengganggu jalannya ibadah akan dibawa ke Polres untuk diamankan dan dimintai keterangan secara prosedural tegas dan humanis.

Kasat Lantas Polres Polman, AKP Suhartono mengatakan, program kerja Sat Lantas Res Polman yang dilaksanakan oleh jajaran Sat Lantas ini merupakan implementasi mendukung program Kapolres Polman AKBp Muh. Rifai.

“Sesuai pesan Kapolres, jadilah sebagai Polisi yang bermanfaat bagi masyarakat sesuai HR. Ahmad yaitu sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya,” tutur Suhartono.

Selain penekanan dari Kapolres, juga diserta lkan penekanan dari Wakapolres Polman Kompol Mihardi M dengan jargonnya yaitu “Mari Newujudkan Amang-amang Polmang”.

“Satuan Lantas Polres Polman terus berupaya hadir ditengah-tengah masyarakat untuk mewujudkan pelayanan maksimal, membangun rasa aman di hati masyarakat,” ujarnya.

Suhartono mengatakan, dengan kehadiran Polisi sebagai perwujudan negara hadir di masyarakat menjadi Polisi yang Promoter (Profesinal, Modern dan Terpercaya).

“Tugas polisi lalulintas Polres Polman merupakan bagian dari implementasi Democratic Policing yaitu Polisi yang menghormati HAM, transparan dan profesional. Polisi yang memahami apa yang diinginkan masyarakat tentang rasa aman termasuk di jalan,” terang Suhartono.

Model democratic policing, menghadirkan polisi ditengah-tengah masyarakat harus mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Polman yang dilayani agar berfungsi dengan baik dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Oleh karena itu, satuan lalulintas Polres Polman turun hadir ditengah-tengahcmasyarakat setiap hari secara proporsional berdasarkan asas nesessitas sesuai kebutuhan, situasi kamtibmas sekaligus menyapa masyarakat, mendengarkan suara feed back aspirasi dari masyarakat serta menghimbau dan mengajak menggunakan helm saat berkendara sepeda motor guna keselamatan di jalan.

foto/istimewa

“Terciptanya rasa aman itu yang kita harapkan. Potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kabupaten Polman insyaAllah akan sukses dengan doa dan dukungan dari masyarakat,” kunci Suhartono.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *