AKP Edi: Gunakan Knalpot Racing, Kita Akan Tindak Tegas

Mamuju

Mapos, MamujuĀ – Satuan lalu lintas Polres Metro Mamuju menegaskan, motor yang menggunakan knalpot bersuara berisik atau yang biasa dikenal sebagai knalpot racing bakal ditilang.

Kepolisian menegaskan kalau segala hal yang mengganggu ketenangan dan ketertiban akan mereka tindak dengan tegas.

Kasat Lantas Polres Metro Mamuju, AKP Edi menjelaskan kalau pihaknya tidak akan tebang pilih. Bila memang petugas menemukan ada yang menggunakan knalpot berisik, maka motor tersebut akan ditilang.

“Kalau itu menggangu ketertiban baik suaranya maupun ketika dia melampaui batas kecepatan, maka kita akan tindak,” tegasnya. Selasa (18/9/2018).

“Kita tidak peduli itu motor kecil atau motor besar, kalau memang dia menyalahi aturan dan mengganggu karena knalpot yang digunakan sudah tidak standar pabrikan maka akan kita tilang,” tambahnya.

Terkait knalpot bersuara bising, rujukan aturannya adalah Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang mengancam sanksi bagi pengguna knalpot bising yakni pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Di satu sisi, ada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 07/2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru yang diteken Menneg LH Rachmat Witoelar pada 6 April 2009. Artinya, lebih dulu dua bulan sebelum UU No 22/2009 tentang LLAJ yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 22 Juni 2009.

Dalam Permen LH tersebut disebutkan bahwa batas ambang kebisingan sepeda motor terdiri atas, untuk tipe 80 cc ke bawah maksimal 85 desibel (db). Lalu, tipe 80-175cc maksimal 90 db dan 175cc ke atas maksimal 90 db.

Edi lalu menyarankan kalau para pemotor lebih baik menggunakan knalpot standar saja.

“Karena knalpot standar kan biasanya tidak ada suara, beda kalau knalpot bawaan sudah dibobok atau knalpot berisik yang beli di toko, itu akan kita tilang karena mengganggu. Intinya, di jalan kita tidak sendiri, kita harus saling menjaga ketertiban dan ketenangan untuk kebaikan bersama,” tegasnya.

Edi mengatakan, selain diberikan tindakan tegas, pihaknya juga akan memusnakan knalpot racing hasil razia.

Edi menuturkan, selama dua hari, pihaknya telah menangkap 15 pengendara motor yang menggunakan knalpot racing dan knalpot yang ditangkap akan dimusnahkan.

“Kita akan terus melakukan razia rutin untuk mengurangi pemakai kendaraan yang menganggu masyarakat,” ujarnya.

Upaya razia rutin yang dilakukan oleh polisi, kata dia, untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban berlalu lintas, selama ini keberadaan pengguna knalpot bising meresahkan.

Ia mengatakan, polisi akan rutin gelar razia kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot bising dan diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat Kabupaten Mamuju, kata dia, dalam berlalu lintas, selama ini butuh pembenahan terutama mereka yang menggunakan roda dua.

Sementara itu Irwan warga Kelurahan Karema. menuturkan, razia rutin yang dilakukan oleh Polres Metro Mamuju terhadap knalpot bising harus ditingkatkan, karena keberadaan mereka cukup meresahkan.

Polisi mengamankan kendaraan gunakan knalpot racing.

Sepeda motor berknalpot bising, kata dia, sering menjadi pemicu tawuran antar pemuda, mereka biasanya ungal-ugalan dan menggangu warga, razia langkah baik bagi masyarakat.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *