Adik Kandung Pejabat Ini Dipolisikan

Hukum

Mapos, Mamuju – Penganiyaan terhadap Dosen STIE Muhammadiyah atas nama Kaharuddin yang terjadi pada Sabtu (13/1/2018) lalu, berbuntut panjang.

Pelaku atas nama Resha Pababari, pelaku penganiayaan teehadap Kaharuddin dilaporkan ke Polda Sulbar.

Direktur Kriminal Umum ( Ditkrimum ) Polda Sulbar, Kombes Pol.Yafet Duma Parenbang membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia mengatakan, setelah dianiaya, korban langsung melapor ke Polda di bagian SPKT dan saat ini sedsng dalam lidik

“Korban melaporkan Resha Pababri, adik kandung dari wakil Bupati Mamuju selaku pelaku penganiayaan, laporannya telah diterima dan saat ini, kami sedang dalam lidik,” tuturnya. Selasa (16/1/2018).

Yafet mengatakan, saat ini masih dalam penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Setelah pul data dan pul baket atas penyelidikan itu, nantinya akan ditingkatkan menjadi penyidikan dengan memeriksa terlapor.

”Barusan tadi sudah kami lakukan pemanggilan sejumlah saksi. Dan saat ini masih sebatas penyelidikan. Nanti kalau fulbaket dari sejumlah saksi, kami akan menaikkan status pemeriksaan dari penyelidikan ke penyidikan untuk memeriksa,” terangnya.

IMM Mamuju Gelar Aksi Demo Menolak Tindak kekerasan.

Sebelumnya, Senin (15/1/2018), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mamuju menggelar aksi demonstrasi di halaman kampus STIE Mamuju.

Aksi tersebut sebagai bentuk protes, terkait pemukulan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa yang bernama Reza Pababari terhadap salah satu dosen di STIE Muhammadiyah Mamuju.

Dalam orasinya, Irwan mengatakan, kekerasan yang dilakukan oknum mahasiswa yang melakukan penamparan Dosen di kampus, tidak bisa dibiarkan terjadi. Ini merupakan prilaku preman dan perbuatan yang berdampak buruk serta merusak kehidupan kampus kedepannya.

Olehnya itu, IMM mendesak pihak STIE Muhammadiyah Mamuju dan pihak pengelola kampus segera memberikan sanksi kepada oknum mahasiawa tersebut, berupa Drop Out (DO).

“Harusnya kita sebagai mahasiswa menghormati dosen sebagai orang tua kita di kampus. Kasus ini mengganggu ketenangan mahasiswa, selain itu tercatat bahwa oknum mahasiswa yang bersangkutan memiliki perilaku yang tidak baik selama ini,” terangnya.

Sementara salah seorang massa aksi, Salim dalam orasinya mengungkapkan, pihaknya tidak bisa menerima jika seorang mahasiswa melakukan pemukulan terhadap dosen, terlebih insiden tersebut terjadi di hadapan mahasiswa lainnya.

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian kami atas terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh salah satau oknum mahasiswa terhadap dosen di Kampus ini,” tegasnya.

Dirinya meminta Ketua Kampus STIE Muhammadiyah Mamuju menyelesaikan persoalan tersebut, guna perbaikan kampus kedepan.

Sekadar diketahui, Reza Pababari diketahui berstatus Mahasiswa Semester III jurusan Ekonomi Pembangunan di STIE Mamuju.

Dia diduga melakukan pemukulan atau penamparan terhadap dosen yang juga menjabat Kabag Humas STIE Muhammadiyah Mamuju.

(toni) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *