ADD Diduga Fiktif, Masyarakat Desa Datangi Kejaksaan

Hukum

Mapos, Majene – Sejumlah masyarakat desa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Tallu Banua Utara Kecamatan Sendana mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene, Senin (22/01/2018) pagi untuk berorasi.

Mereka datang melapor kepada penyidik Kejari Majene atas dugaan penyalahgunaan alokasi dana desa (ADD) tahun 2017, di Desa Tallu Banua Utara.

Masyarakat Desa Tallu Banua Utara mengaku, sejumlah pelaksanaan aktivitas pembangunan desa, baik yang bersifat fisik ataupun non fisik haruslah mengacu pada asas pembangunan akuntabel dan terbuka.

“Hari ini, kami datang ke Kantor Kejaksaan Majene untuk menyampaikan laporan atas dugaan menyalahgunaan ADD 2017, yaitu adanya keterlambatan pembangunan yang diduga fiktif dan seharusnya dilaksanakan pada tahun 2017, namun sampai sekarang belum nampak pembangunannya,” ungkap Ulil Anshar dalam orasinya.

Menurut dia, sejumlah program yang patut diduga fiktif, diantaranya ; Pembangunan Jalan Setapak Dusun Parassangan, Pengadaan Lahan Pekuburan di semua dusun dan Pengadaan Pagar Sawah.

“Dengan laporan pengaduan, ini kami minta pihak Kejaksaan Majene agar segera bertindak untuk melakukan langkah selanjutnya,” kata Ulil Anshar.

Menjawab tuntutan masyarakat Desa Tallu Banua Utara, Kasi Pidsus Kejari Majene Rizal Faharuddin usai menerima laporan masyarakat mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

“Kita akan tindaklanjuti laporan pengaduan ini, selama bukti-bukti sudah lengkap. Kami juga berterima kasih atas upaya yang mereka lakukan,” kata Rizal, didampingi Kasi Pidum Kejari Majene Andi Asben.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *