3 kali berbuat, 3 kali pula lolos dari Jeratan Hukum

Berita Terbaru Berita Utama Hukum Mamuju Peristiwa Sulawesi Barat

foto Ilustrasi

Mapos, Mamuju – Kasus percobaan perkosaan yang terjadi di Dusun Babalalang Desa Beruberu, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Rabu, (10/1/2018) dengan korban inisial A (14), siswi kelas III di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kalukku, kini telah ditangani pihak Kepolisian dan Perlindungan Anak. Namun sayang, pelakunya hingga kini melarikan diri.

Pelaku inisial C, pemuda yang diduga melakukan percobaan perkosaan terhadap korban A, sejak kejadian, menghilang dan saat ini sedang dalam pengejaran Polisi.

Foto Ilustrasi.

Abd Wahab, paman korban, berharap kasus yang menimpa keponakannya, agar dipantau oleh media dan para aktivis Perlindungan Anak, karena pelaku dalam kasus ini, sudah ketiga kalinya melakukan aksinya kepada tiga korban yang berbeda namun selalu lepas dari jeratan hukum. Jumat (12/1/2018).

“Dengan ini, sudah ketiga kalinya pelaku melakukan aksinya kepada tiga korban yang berbeda namun selalu lepas dari jeratan hukum,” tuturnya.

Wahab mengatakan, yang pertama, pelaku melakukan aksinya secara beramai-ramai, menggilir dan menodai seorang gadis. Sayang, kasus ini pun diselesaikan secara kekeluargaan atas saran para tetua kampung dengan jalan di nikahkan dengan salah seorang pelaku meskipun akhirnya korban ditinggal cerai pelaku.

Kasus kedua, lanjut Wahab, pelaku kembali melakukan aksinya bersama seorang temannya. Mereka memaksa seorang gadis dibawahi umur untuk berhubungan badan.

“Tapi tidak berhasil karena korban melawan dan meloloskan diri,” terang Wahab.

Kasus kedua ini menurut Wahab, sempat ditangani pihak Kepolisian, namun tidak sampai vonis di pengadilan, karena adanya desakan damai yang difasilitasi pihak tertentu dengan berupaya melindungi pelaku dari jeratan hukum.

“Sekarang pelaku kembali beraksi. Kasus ini dalam penanganan pihak Kepolisian, tapi sepertinya ada lagi oknum yang akan kembali berusaha mendamaikan kasus ini,” jelas Wahab.

Kalau dibiarkan kasus ini diselesaikan secara damai, lanjut Wahab, pelaku akan terus berulah dan tidak akan ada efek jera kepada pelaku, karena ada saja yang selalu melindungi pelaku.

“Saya berharap kepada media dan perlindungan anak, agar kasus ini dipantau hingga pelaku mendapatkan hukuman,” harap Wahab.

(maman) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *