2019, Dua Kecamatan di Mamuju Bakal Menikmati Air Bersih

Mamuju

Mapos, Mamuju – Perusahaaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Manakarra, Mamuju, Sulbar, mendapatkan tambahan modal sebesar Rp. 2 miliar.

Penyertaan modal itu disampaikan Dewan Perwakilan Rakyar Daerah Kabupaten Mamuju saat menggelar Sidang Paripurna tentang Pemandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Manakarra dan Penyerahan KUA/PPAS Tahun Anggaran 2019.

Sidang itu digelar di ruang Rapat Kantor DPRD Mamuju yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Hj. Sitti Suraidah Suhardi, Rabu (24/10/2018).

Ada lima fraksi menyetujui Ranperda penyertaan modal yang akan dijadikan Perda, yaitu, fraksi Demokrat (Mahyuddin), Karya Perjuangan (Bahrun Rasyid), Indonesia Raya Sejahtera (Reza), Persatuan Kebangkitan Hati Nurani Rakyat (Hapisa Ayu), dan fraksi Manakarra (Masram Jaya).

Mewakili lima fraksi, Reza berharap, dengan adanya penyertaan modal sebesar Rp. 2 Miliar, dapat meningkatkan pendapatan daerah serta peningkatan cakupan akan lebih luas lagi, sehingga air dari PDAM dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Mamuju.

Sementara itu, Ketua DPRD Mamuju Hj. Sitti Suraidah Suhardi juga berharap, dengan disetujuinya penambahan modal tersebut, PDAM Tirta Manakarra agar terus membangun sinergitas dalam proses hingga tahapan selanjutnya.

Dirut PDAM Tirta Manakarra, Muhammad Nur.

Ditempat yang sama, Dirut PDAM Tirta Manakarra Muhammad Nur mengatakan, penyertaan modal tersebut diperuntukan untuk perluasan wilayah pelayanan PDAM Tirta Manakarra utamanya di Kecamatan Papalang dan Sampaga.

Menurutnya, didua kecamatan itu masih sangat minim akan air bersih,

“Terlebih lagi saat musim kemarau,” ujarnya.

Disinggung soal PAD, Nur mengatakan, kontribusi untuk PDAM Tirta Manakarra setiap tahunnya mencapai 100 persen.

“Untuk tahun ini, kita target bisa mencapai Rp 450 juta. Sekarang yang sudah terkumpul sekitar Rp 300 juta lebih,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju H. Suaib mengatakan, untuk penyertaan modal itu anggarannya tersendiri.

“Anggaran yang diberikan sudah ada. sendiri tempatnya,” sebut Suaib.

Menurutnya, walaupun Pemda sangat keterbatasan anggaran, juga harus dipikirkan soal kebutuhan masyarakat bagaimana dapat menikmati air bersih.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...