17 Dokter Spesialis Digugat

Kesehatan

Mapos, Mamuju¬†–¬†17 dokter specialis RSUD Provinsi Sulbar, bakal menuai masalah. Pasalnya dalam waktu dekat ini mereka akan digugat melalui Pengadilan.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan gugatan Class Aktion terhadap 17 dokter spesialias. Dikarenakan mereka meninggalkan tugas kurang lebih 4 bulan secara sepihak,” ungkap Ketua Dewan Rakyat Anti Korupsi (Derak) Husaini. Selasa (3/4/2018).

Husaini mengatakan, kami telah mempersiapkan gugatan dan telah melakukan komunikasi ke sejumlah pengacara baik dari penasehat hukum internal Derak maupun dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) lainnya.

“Sudah ada lima pengacara menyatakan diri siap bergabung ke Derak,” ujar Husaini.

Husaini menyebutkan, salah satu materi gugatan yang akan diajukan kepada 17 dokter specialis adalah meninggalkan tugas sebelum masa perjanjian kerja dengan Pemprov Sulbar berakhir.

Selanjutnya kata Husaini, kita akan minta kepada 17 dokter itu untuk mengembalikan uang negara 10 kali lipat dari jumlah dana yang mereka gunakan disaat Pemprov Sulbar membiayai pendidikan dokter spesialis mereka. Belum masuk kerugian lain-lainnya.

Tak hanya itu kata Husaini, adanya indikasi sejumlah dokter specialis menerima tunjangan ganda, (Double Akuntin) dengan anggaran yang sama, yakni APBD.

Selain itu, Derak menilai dalam mekanisme pengunduran diri, 17 dokter spesialis ini harus melalui mekanisme. Tapi itu tidak dilakukan.

Husaini mendesak kepada Kemenkes RI agar segera mencabut izin praktek dokter mereka.

“Bila hal ini dibiarkan tanpa ada tindakan dari Kemenkes RI, bisa jadi daerah lain juga akan meniru langkah mereka (17 dokter, red). Dengan semudah itu mengundurkan diri dan melepaskan tanggung jawab,” terang Husaini.

Dalam UU ASN kata Husaini, disitu cukup jelas aturannya, 40 hari berturut-turut tidak menjalankan tugas dan tidak memiliki alasan yang jelas, sanksinya adalah pemecatan.

Ketua Derak Sulbar Husaini.

“Akibat mundurnya 17 dokter spesialis itu sangat berdampak buruk terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Sulbar,” tutup Husaini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *