1 Tahun Pimpin Sulbar, LAK Sebut ABM – Enny Gagal

Sulawesi Barat

Mapos, Mamuju – Tidak terasa 12 Mei 2018, 1 tahun kepemimpinan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) dan wakilnya Enny Anggraeni Anwar (Enny) saat dilantik oleh presiden di Istana Negara pada 12 Mei 2017 lalu.

Mari tengok catatan Laskar Anti Korupsi (LAK) apa saja yang telah di goreskan selama setahun? Terlepas obyektiv atau subyektiv menggelinding diruang publik.

Catatan Laskar Anti Korupsi Sulbar (LAK) ini menyebutkan, 1 tahun masa kepemimpinan Gubernur Sulbar ABM dan wakilnya Enny belum memberi perubahan yang signifikan.

”Saya menilai ABM-Enny telah gagal bahkan cenderung stagnan dibanding pendahulunya,” sebut Muslim Fatillah Aziz. Sabtu (12/5/2018).

Tentu LAK punya indikator dalam menilainya. Pertama, tidak mampu mengelola polemik 17 dokter yg mengundurkan diri di RSUD Sulbar sehingga mengakibatkan lumpuhnya pelayanan kesehatan serta aksinya para honorer perawat di Polman.

Kedua tingginya angka gizi buruk di Provinsi Sulbar bahkan mendapatkan predikat urutan kedua gizi buruk kronis di Indonesia.

Ketiga, pembangunan infrastruktur stagnan cenderung berjalan ditempat tidak sperti periode di pemerintahan sebelumnya yang melaju pesat.

Ke empat, Muslim menyebutkan, mencederai visi-misinya sendiri, khususnya point kedua yakni mewujudkan pemerintahan yang bersih, moderen dan terpercaya.

“Kondisi pemerintahan yang berkomitmen menjaga diri dari perbuatan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), namun yang terjadi justru terdapat indikasi kuat adanya bagi – bagi proyek,” ujar Muslim.

Yang kelima, menurut dia mematikan peran media massa sebagai salah satu pilar civil society, atau corong masyarakat dalam mengontrol pemerintahan demi memastikan kebijakan-kebijakan pemerintah tersebut pro rakyat, dengan memangkas sangat ketat bahkan meniadakan anggaran publikasi media.

Muslim mengatakan masih banyak lagi indikator ke gagalan lainnya.

“Satu-satunya capaian Gubernur ABM menurut kami adalah sukses memimpin delegasi ke liga dangdut untuk mensawer artis ibukota,” pungkasnya.

(salim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *